
Di usia 61 tahun, Mak Intarti menjalani hidup seorang diri dalam gelap yang sudah menemaninya sejak lahir. Ia tidak pernah tahu seperti apa wajah orang-orang di sekitarnya, seperti apa langit sore, atau hangatnya senyum seseorang yang memandangnya. Namun setiap hari, Mak Intarti tetap berusaha bertahan hidup dengan caranya sendiri.
Dengan kondisi tunanetra, ia masih berkeliling membuka jasa pijat dari rumah ke rumah demi bisa makan dan membayar kontrakan kecil tempatnya berteduh.

“Sekarang mah susah, yang mijit kadang 1 atau 2 orang sebulan”- ucap mak intarti
Semakin jarang yang minta di pijat, setiap 1 kali pijat Mak Intarti diberikan dengan upah sekitar 50 ribu rupiah. Penghasilan itu tentu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara kontrakan yang ia tempati harus tetap dibayar sebesar 350 ribu rupiah setiap bulan. Saat tidak punya uang, Mak Intarti hanya bisa meminjam kepada tetangga—itu pun kalau ada yang mau membantu. Sedikit demi sedikit hutang mulai menumpuk, sementara kebutuhan makan tetap harus dipenuhi setiap hari.

Yang paling menyayat hati, Mak Intarti menjalani hidupnya sendirian. Tidak ada keluarga yang menemani, tidak ada tempat bersandar ketika sakit atau kesulitan datang. Sejak usia 30 thn Mak Intarti sudah merantau dari Jogja ke Bandung untuk bekerja. Beliau sempat menikah, namun karena segala keterbatasan sang suami meninggalkannya dan anak satu-satunya tak pernah ada menjenguk sampai sekarang begitupun keluarga yang lain.

Di balik ketegarannya, Mak Intarti sering merasa sedih karena takut merepotkan orang lain. Ia merasa bingung harus meminta tolong kepada siapa, sementara hidup terus berjalan dan kebutuhannya tidak pernah berhenti.
Meski hidup dalam keterbatasan, Mak Intarti tidak pernah berhenti bersyukur. Ia tetap berusaha kuat menjalani hari-harinya.
Hari ini, kita bisa menjadi harapan bagi Mak Intarti. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk membantu biaya kontrakan, melunasi hutang kebutuhan hidup, dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari agar Mak Intarti dapat menjalani masa tuanya dengan lebih tenang dan layak.
💛 Mari hadirkan kepedulian untuk Mak Intarti. Sedikit kebaikan yang sobat rubin berikan akan sangat membantu Mak Intarti dan para penyandang tunanetra lainnya yang membutuhkan.