
Abah pernah beberapa kali dipalak dan diusir saat berjualan keliling, bahkan hampir kena hipnotis, namun abah coba menanggapi semuanya dengan tenang dan terus berdzikir agar terus tersadar sampe penipu nya gagal- ucap abah lili

Namanya Abah Lili. Seorang lansia berusia 78 tahun yang masih harus berjalan kaki berkeliling sejauh hampir 10 kilometer demi menjual hiasan rumahan titipan milik orang lain. Dengan langkah pelan dan tubuh yang semakin renta, Abah menyusuri jalanan dari pagi hingga sore hanya untuk mendapatkan penghasilan yang tidak seberapa. Kadang Abah membawa pulang sekitar 30 ribu rupiah, kadang lebih sedikit, bahkan tak jarang dagangannya tidak terjual.

Padahal di rumah, ada keluarga yang menggantungkan hidup kepada Abah. Istri, Anak dan Cucu. Abah memiliki seorang anak dengan gangguan jiwa yang membutuhkan perhatian khusus. Dulu sempat di bawa ke RS namun dokter mendiagnosa ada gangguan saraf dan harus operasi. Namun karena keterbatasan biaya terpaksa dibawa dan dirawat dirumah sampai sekarang. Anak perempuan abah yang satu lagi ditinggal suaminya, dan belum bisa untuk ngontrak sendiri karena biaya sehingga masih menjadi tanggungan abah, dan dua cucu yang masih membutuhkan makan dan biaya hidup setiap hari.

Di usia senja, Abah masih memikul tanggung jawab besar seorang diri.
Tubuh Abah sebenarnya sudah tidak kuat lagi. Kakinya sering pegal dan kelelahan karena harus berjalan jauh setiap hari. Bahkan abah pernah sakit hingga 2 bulan lamanya karena darah tinggi yang diderita. Setelah membaik Abah tetap memaksakan diri kembali berjalan keliling karena tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup.

Sobat Rubin, yang paling menyedihkan, perjuangan Abah di jalan tidak selalu berjalan baik. Pernah hampir menjadi korban hipnotis saat berjualan. Pernah dipalak. Pernah juga diusir ketika menawarkan dagangannya. Tapi Abah tetap memilih sabar dan terus berjualan keliling.

Abah hanya punya satu harapan sederhana di sisa usianya. Abah ingin memiliki usaha kerajinan kecil miliknya sendiri di rumah, agar ia tidak perlu lagi berjalan jauh keliling setiap hari. Abah sadar dirinya sudah tua dan tubuhnya tidak lagi sanggup menempuh perjalanan sejauh itu. Abah hanya ingin tetap bisa mencari nafkah dengan tenang tanpa harus mempertaruhkan kesehatan dan keselamatannya di jalan.
Yuk, kita sama-sama wujudkan harapan sederhana Abah Lili. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk modal usaha Abah, membantu kebutuhan makan keluarga, dan meringankan beban hidup mereka sehari-hari.
Satu kebaikan darimu, sangat membantu meringankan beban dipundak abah.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha Abah Lili di rumah dan kebutuhan keluarganya sehari-hari. Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Rumah Bintang Indonesia dan Asih Bumi Insani.