ImageIngin Anaknya Tetap Sekolah, Tunanetra ini Terus B...
Image

Ingin Anaknya Tetap Sekolah, Tunanetra ini Terus Berjuang Berjualan Kerupuk Keliling

Rp 155.765 terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donasi 2 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Pak... Bu... kerupuknya dibeli ya..."

Kalimat sederhana itu hampir setiap hari diucapkan Pak Bahru dan Bu Oneng saat berjualan keliling.

Dengan tongkat di tangan dan penglihatan yang sangat terbatas, pasangan tunanetra ini menyusuri jalanan demi menjual kerupuk dari pagi hingga sore. Bukan untuk mengejar keuntungan besar, melainkan agar dapur tetap mengepul dan anaknya bisa terus bersekolah.

Pak Bahru kehilangan sebagian besar penglihatannya akibat tertusuk daun padi. Setelah menjalani pemeriksaan dan pengobatan, dokter menyatakan matanya tidak dapat dioperasi karena berisiko memperparah kondisinya. Kini Pak Bahru hanya mampu melihat dari jarak yang sangat dekat, sementara dari kejauhan ia hanya melihat bayangan.

Sementara itu, Bu Oneng tidak dapat melihat sama sekali. Sejak kecil ia mengalami gangguan kesehatan yang berujung pada katarak. Hingga hari ini, Bu Oneng hanya mengandalkan pendengaran dan tongkatnya untuk beraktivitas.

Sudah hampir 11 tahun mereka hidup dalam keterbatasan penglihatan. Namun keterbatasan itu tidak membuat mereka berhenti berjuang. Demi keluarga, keduanya merantau dari Tasikmalaya dan mencoba bertahan hidup dengan berjualan kerupuk keliling. Kerupuk yang dijual bukan milik mereka sendiri, melainkan titipan dari orang lain. Keuntungan yang diperoleh pun sangat kecil, hanya sekitar 2.000-3000 rupiah per bungkus.

Kadang dalam sehari hanya 3 atau 6 bungkus kerupuk yang berhasil terjual. Sementara biaya transportasi untuk berjualan bisa mencapai 25.000 rupiah setiap hari. Tak jarang mereka harus meminta keringanan kepada sopir angkot karena uang yang dimiliki tidak cukup. Ada yang berbaik hati membantu, tetapi tidak sedikit pula yang menolak.

Hari demi hari dijalani dengan penuh ketidakpastian. Pernah suatu waktu, mereka hanya memiliki satu piring nasi goreng untuk dimakan bertiga bersama anaknya.

“Kalau ga ada apa apa, kadang makan sama kerupuk aja bu, yang penting tetap bisa makan” - ucap Pak Bahru

Namanya Yuda, putra bungsu mereka yang kini duduk di bangku kelas 4 SD, menjadi satu-satunya anak yang masih sekolah. Empat kakaknya terpaksa berhenti sekolah setelah lulus SD karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Yuda adalah anak yang rajin dan penuh semangat. Sepulang sekolah ia sering membantu orang tuanya, melakukan pekerjaan sederhana di rumah, dan berusaha tidak menambah beban keluarga.

Namun kondisi perlengkapan sekolahnya kini sangat memprihatinkan. Tas sekolahnya mulai rusak, sepatunya berlubang, dan seragam yang dipakai sudah tidak muat. Bahkan saat ini masih ada tunggakan biaya sebesar Rp600.000 di madrasah tempat Yuda mengaji.

Meski begitu, Yuda tidak pernah berhenti bermimpi. Ia ingin terus sekolah dan membuat kedua orang tuanya bangga. Ia bercita-cita menjadi pemain sepak bola.

Tak jarang Yuda diejek teman-temanya karena kondisi orang tuanya, namun ia tak mengeluh dan menanggapi nya dengan tenang. Ia juga merasa sedih melihat kedua orang tuanya harus berjalan jauh berjualan setiap hari dan meninggalkannya sendirian di kontrakan kecil yang mereka sewa.

Kontrakan sederhana itu berukuran kecil dengan biaya sewa Rp250.000 per bulan. Sementara rumah yang mereka miliki di kampung sudah tidak layak dihuni. Atapnya sering bocor dan beberapa bagian dindingnya berlubang sehingga membutuhkan perbaikan segera.

Sobat Rubin, kita bisa menjadi bagian dari harapan keluarga Pak Bahru dan Bu Oneng. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari, biaya pendidikan Yuda, perlengkapan sekolahnya, alat pelindung mata untuk pak bahru dan bu oneng beraktivitas dan berjualan, serta membantu perbaikan rumah mereka di kampung agar kembali layak dan aman untuk ditempati. 

💛 Mari bantu Pak Bahru, Bu Oneng, dan Yuda.

 

Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup pak yaman, bayar uang kontrakan dan tunggakan, serta membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan yuda, selain itu akan dialokasikan juga untuk penerima manfaat lainnnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah Seribu Mimpi” Rumah Bintang Indonesia dan Asih Bumi Insani.

Baca selengkapnya â–¾

  • June, 18 2026

    Campaign is published

Orang Baik16 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 51.759
Orang Baik16 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 52.078
Arya Andra16 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.935
Orang Baik17 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.993

Doa-doa orang baik (2)

Arya Andra16 hari yang lalu
In syaa Allah berkah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik17 hari yang lalu
Sehat selalu pak, bu. Semoga selalu dlm lindungan Allah SWT. Tetap semangat, Insya allah rejeki selalu ada. Aamiin YRA
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close