
Bayangkan… gimana rasanya berjalan puluhan kilometer setiap hari di usia hampir 80 tahun?
Bagi Kakek Darno, itu bukan pilihan. Itu adalah cara beliau bertahan hidup.

Ketika banyak lansia seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Kakek Darno masih harus berjualan roti keliling dengan berjalan kaki hingga sekitar 20 kilometer setiap hari. Dengan tubuh yang semakin membungkuk dan langkah yang tak lagi kuat, Kakek membawa roti-roti dagangannya menyusuri jalan demi jalan, berharap ada yang membeli.

Harga roti yang dijual pun sangat sederhana, hanya sekitar 1.000 hingga 3.000 rupiah. Namun meski sudah berjalan jauh dan berjualan seharian, penghasilan yang dibawa pulang sering kali hanya sekitar 10 ribu rupiah saja.
Kadang roti masih banyak tersisa saat hari mulai sore. Namun Kakek tetap melangkah, karena beliau tahu masih ada kebutuhan hidup dan keluarga yang harus dipenuhi.

Perjuangan itu semakin berat karena tidak semua hari berjalan baik. Kakek seringkali mendapat kejadian yang kurang menyenangkan saat berjualan. Kakek pernah jatuh ditabrak orang hingga rotinya habis berserakan. Orang yang menabraknya pergi begitu saja tanpa membantu. Kakek hanya bisa berdiri perlahan, memunguti satu per satu rotinya yang tercecer.
Bukan hanya itu.
Ketika hujan turun di perjalanan pulang, Kakek sering kali tidak memiliki tempat berteduh. Tubuhnya menggigil karena basah dan kedinginan. Namun yang pertama kali beliau lindungi bukan dirinya sendiri, melainkan roti-roti yang belum terjual agar tidak rusak dan masih bisa dijual keesokan harinya.
Pernah juga ada seseorang yang memesan 30 roti kepada Kakek. Dengan penuh harapan, Kakek membeli bahan dan membuat seluruh pesanan tersebut. Namun hingga waktu yang dijanjikan tiba, orang yang memesan itu tidak pernah datang.
“Padahal saat itu satu-satunya harapan kakek agar bisa makan bersama keluarga.. Bu, akhirnya kakek jual keliling” - ucap Kakek Darno.

Meski menghadapi berbagai kesulitan, Kakek Darno tidak pernah berhenti berusaha. Dengan kaki yang semakin rapuh, tubuh yang membungkuk, dan usia yang terus bertambah, beliau tetap berjalan membawa harapan sederhana: bisa membawa pulang rezeki untuk keluarga.
Sobat Rubin, hari ini kita bisa membantu meringankan perjuangan Kakek Darno. Karena di usia senjanya, Kakek tidak sedang mengejar kemewahan. Beliau hanya ingin tetap bisa hidup dengan layak.
Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta mendukung usaha Kakek Darno agar beliau mendapat hidup yang kayak di usia senjanya
💛 Mari hadirkan harapan untuk Kakek Darno.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha Pak Yaman dan segala kebutuhan keluarganya selain itu akan digunakan untuk lansia dhuafa lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang Indonesia dan Yayasan Gorontalo Baik Indonesia.
![]()
Menanti doa-doa orang baik