
Namanya Pak Endin, warga akrab memanggilnya Mang Oboy atau Abah Oboy. Diusianya yang sudah menginjak 63 tahun, abah oboy harus berjuang sendirian menjalani kerasnya hidup. Istri dan kedua anaknya pergi tanpa kabar, anak bungsunya yang ketiga yang dulu sering menjenguk kini tak pernah datang kembali. Saat ini abah benar-benar hidup sendiri..

Secara fisik abah memang sehat, namun sesekali kalau diajak bicara, kadang jawabannya nyambung, tapi kadang melantur. Kondisi kejiwaan abah membuatnya sulit memahami situasi, namun ia tetap berjuang mencari sesuap nasi tanpa pernah meminta-minta. Dengan sisa tenaga yang ada setiap hari Abah mencari dan memanggul kayu bakar lalu menjualnya dengan berkeliling kampung, berharap kayu-kayunya laku terjual dan abah bisa makan dengan tenang. Sayangnya, kayu yang dibawa abah tak selalu habis terjual. Abah tak pernah meminta-minta, bahkan saat diberi makanan, abah tidak akan mengambilnya kalau tidak langsung dipersilahkan.

Sobat Rubin, dalam kesendiriannya, ada satu tempat yang paling sering abah kunjungi yaitu Masjid. Di sana, Abah Oboy rajin membantu beberes, menyapu, atau memunguti sampah semampunya. Ia juga rajin sholat meski kadang gerakannya mendahului imam, rakaatnya tidak sama, atau berdiri bingung di tengah shalat. Namun masjid tetap menjadi tempat ternyaman dan teraman untuk abah.
Seringkali Abah Oboy tidak mendapatkan perlakuan baik oleh sekitarnya. Abah diledek, diejek, atau dibully oleh orang-orang yang tidak bisa memahami kondisinya. Ada yang menganggapnya lucu, padahal ia hanya seorang lansia yang mencoba bertahan hidup dengan caranya sendiri.

Rumah abah satu-satunya yang abah tinggali kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunannya kecil, banyak bagian yang sudah bocor. Jika hujan turun, air masuk dari segala arah. Toilet yang Abah gunakan hanya berupa lubang pembuangan di luar rumah tanpa dinding, tanpa penerangan, jauh dari kata layak untuk seoarang lansia. Namun Abah tetap tinggal disana, karena itulah satu-satunya harta yang abah punya.
Sobat Rubin, mari kita jaga Abah Oboy, kita berikan kado terindah untuk masa tuanya agar abah tak merasa sendirian. Kita bantu Abah Oboy memiliki rumah yang layak, MCK yang aman, dan kehidupan yang lebih manusiawi. Abah memang tidak pernah meminta, tapi hari ini.. kitalah yang datang untuk menolongnya.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Abah Oboy. Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang dan Global Sedekah Movement.