ImageAbah Fatah 82 Tahun Berjualan Kerupuk Meski Tubuh ...
Image

Abah Fatah 82 Tahun Berjualan Kerupuk Meski Tubuh Tak Lagi Kuat

Rp 676.889 terkumpul dari Rp 30.000.000
21 Donasi 4 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Jual Kerupuk dengan Sepeda Tua sebagai Penopang Langkah

Abah sering kali harus berhenti di pinggir jalan. Tangannya gemetar menahan setang sepeda tua yang ia dorong perlahan. Bukan untuk bersepeda, melainkan sebagai penopang tubuhnya yang sudah tak lagi kuat berjalan. Langkahnya tertatih, napasnya terengah, namun Abah tetap memaksakan diri demi bisa menyambung hidup.

Beliau adalah Abah Fatah (82 tahun), seorang lansia pencari nafkah yang masih harus berkeliling menjual kerupuk dengan cara didorong menggunakan sepeda tua. Sepeda itu bukan lagi alat transportasi, melainkan pengganti alat bantu berjalan, karena kaki Abah sudah terlalu lemah untuk melangkah tanpa pegangan

Setiap pagi, Abah berangkat bersama kerupuk dagangannya. Di rumah, menunggu seorang istri tercinta yang juga sudah renta, berusia 72 tahun. Mereka hidup berdua, saling bergantung satu sama lain, tanpa penghasilan tetap, tanpa anak yang menemani hari tua

Dalam satu bungkus kerupuk, Abah Fatah hanya mendapat untung 2 ribu rupiah.

Namun demi uang sekecil itu, Abah harus berkeliling puluhan kilometer setiap hari dengan tubuh renta yang sudah tak lagi kuat

Sering kali, seharian berjualan Abah hanya mampu menjual sekitar 15 bungkus.

Saat sedang sepi, bahkan tak satu pun kerupuk laku.

Jika lapar tak tertahankan, Abah terpaksa memakan dagangannya sendiri.

Kerupuk itu bukan lagi untuk dijual, tapi dijadikan pengganjal perut, bahkan sering dibawa pulang untuk dijadikan lauk sederhana bersama istrinya di rumah.

“Abah tuh capek banget… tapi kalau Abah nggak jualan, buat makan dari mana?” ucapnya penuh pasrah.

Pernah suatu hari, saat Abah sedang berjualan sambil menuntun sepeda—yang menjadi satu-satunya penopang langkahnya—Abah tertabrak motor karena tidak sadar sudah sampai di tengah jalan. Tubuhnya lemah, penglihatannya tak lagi setajam dulu, namun Abah tetap memaksakan diri berjualan.

“Capek… sudah tua begini harus berkeliling terus. Kalau ada rezeki, pengen banget punya warung kecil di depan rumah,” ucap Abah Fatah dengan suara bergetar.

Mari bantu Abah Fatah dan Emak agar bisa menjalani hari tua dengan lebih layak. 

Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi mereka.

Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Abah Fatah Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang dan Global Sedekah Movement. 

Baca selengkapnya ▾

  • Februari, 20 2026

    Campaign is published

MS10 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 52.044
Mia12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.497
Orang Baik12 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.388
Orang Baik13 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 36.870
Orang Baik13 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.628

Doa-doa orang baik (6)

Mia12 hari yang lalu
Sehat sehat ya kek semoga slalu di permudah segala urusannya dan dilancarkan rezekinya amin Ya Allah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik12 hari yang lalu
Bismillahirahmanirahim
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik13 hari yang lalu
Semoga samoai ke abah fatah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Mia17 hari yang lalu
Sehat2 ya kek semoga slalu di permudah urusan dan rezekinya amin ya Allah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Orang Baik17 hari yang lalu
Semoga Allah swt selalu melindungi abah, sehat terus dan byk rezeki pun untuk saya dan kel
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close