
Jual Kerupuk dengan Sepeda Tua sebagai Penopang Langkah

Abah sering kali harus berhenti di pinggir jalan. Tangannya gemetar menahan setang sepeda tua yang ia dorong perlahan. Bukan untuk bersepeda, melainkan sebagai penopang tubuhnya yang sudah tak lagi kuat berjalan. Langkahnya tertatih, napasnya terengah, namun Abah tetap memaksakan diri demi bisa menyambung hidup.

Beliau adalah Abah Fatah (82 tahun), seorang lansia pencari nafkah yang masih harus berkeliling menjual kerupuk dengan cara didorong menggunakan sepeda tua. Sepeda itu bukan lagi alat transportasi, melainkan pengganti alat bantu berjalan, karena kaki Abah sudah terlalu lemah untuk melangkah tanpa pegangan
Setiap pagi, Abah berangkat bersama kerupuk dagangannya. Di rumah, menunggu seorang istri tercinta yang juga sudah renta, berusia 72 tahun. Mereka hidup berdua, saling bergantung satu sama lain, tanpa penghasilan tetap, tanpa anak yang menemani hari tua

Dalam satu bungkus kerupuk, Abah Fatah hanya mendapat untung 2 ribu rupiah.
Namun demi uang sekecil itu, Abah harus berkeliling puluhan kilometer setiap hari dengan tubuh renta yang sudah tak lagi kuat
Sering kali, seharian berjualan Abah hanya mampu menjual sekitar 15 bungkus.
Saat sedang sepi, bahkan tak satu pun kerupuk laku.
Jika lapar tak tertahankan, Abah terpaksa memakan dagangannya sendiri.
Kerupuk itu bukan lagi untuk dijual, tapi dijadikan pengganjal perut, bahkan sering dibawa pulang untuk dijadikan lauk sederhana bersama istrinya di rumah.
“Abah tuh capek banget… tapi kalau Abah nggak jualan, buat makan dari mana?” ucapnya penuh pasrah.
Pernah suatu hari, saat Abah sedang berjualan sambil menuntun sepeda—yang menjadi satu-satunya penopang langkahnya—Abah tertabrak motor karena tidak sadar sudah sampai di tengah jalan. Tubuhnya lemah, penglihatannya tak lagi setajam dulu, namun Abah tetap memaksakan diri berjualan.
“Capek… sudah tua begini harus berkeliling terus. Kalau ada rezeki, pengen banget punya warung kecil di depan rumah,” ucap Abah Fatah dengan suara bergetar.
Mari bantu Abah Fatah dan Emak agar bisa menjalani hari tua dengan lebih layak.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi mereka.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Abah Fatah Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang dan Global Sedekah Movement.