ImageTinggal di Gubuk Bekas Sampah, Abah Agus hanya Ber...
Image

Tinggal di Gubuk Bekas Sampah, Abah Agus hanya Bergantung pada Sisa Oksigen!

Rp 489.423 terkumpul dari Rp 30.000.000
13 Donasi 15 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Sobat Rubin, Bayangkan setiap tarikan napas kita terasa seperti dicekik, sesak yang menghimpit dada selama puluhan tahun tanpa henti. Itulah kenyataan pahit yang harus ditelan Abah Agus setiap hari. 

“Fuhhh!!!.. Fuhhh” sesak nafas Abah Agus

Di usia senjanya, beliau justru harus bertahan hidup sebatang kara di sebuah gubuk sempit yang dulunya adalah tempat penampungan sampah. Rumahnya sudah hancur tak layak huni, menyisakan ruang pengap yang justru memperparah asma akutnya. Kini, Abah Agus hanya bisa terbaring lemah. Untuk sekadar ke kamar mandi pun, beliau harus merangkak dengan sisa tenaga yang ada atau menggunakan tongkat, atau digendong anaknya yang tak bisa setiap hari datang karena harus menyambung hidup sebagai pemulung dan juga sudah berkeluarga.

“Abah udah gakuat dek, ke wc aja kadang suka sesek nafasnya, kalo ada anak bapak ke rumah suka di gendong, tapi ga setiap hari karna anak anak bapak juga udah berkeluarga.”-ujar Abah Agus

Kondisi Abah Agus kian memprihatinkan sejak sang istri yang selama ini merawatnya meninggal dunia. Kini, ia hanya ditemani kesunyian dan deru napas yang kian berat. 

“Abah sedih banget, udah gaada yang sayang bapak lagi, gaada yang merawat abah lagi, udah gaada yang suapin abah lagi, abah rasanya ingin di panggil juga biar sama sama di surga”-ujar beliau sambil menangis

Kedua anaknya yang bekerja sebagai pemulung kadang hanya berpenghasilan Rp20.000 hingga Rp35.000 sehari. Uang itu harus dibagi antara memberi makan keluarga mereka sendiri dan membeli tabung oksigen serta inhaler yang harganya sangat mahal bagi mereka. Seringkali, Abah Agus harus menahan sesak yang luar biasa karena kantong anaknya kosong tak mampu menebus tabung oksigen. Kekhawatiran dan rasa pilu sang anak pecah setiap kali melihat ayahnya terengah-engah tanpa bantuan oksigen di tangan.

“yahh gimana a, mulung cuman dapet sedikit sedangkan kebutuhan keluarga pun belum terpenuhi, tapi ya gimana demi bapak juga, ga tega kalo liat abah sesek nafas”-ujar salah satu anaknya

Sobat Rubin, harapan Abah Agus sebenarnya sangat sederhana, namun terasa begitu jauh dari jangkauan: beliau hanya ingin memiliki rumah yang layak dan bersih agar asmanya tidak terus kambuh, serta kepastian adanya oksigen dan inhaler setiap kali dadanya terasa sesak. 

Mari kita bantu Abah Agus, jangan biarkan ia berjuang sendiri melawan sakit asmanya. Sisihkan sedikit rezeki kita untuk memberikan napas kedua bagi Abah Agus. Sedekah Sobat Rubin tidak hanya berarti sekedar materi, tapi harapan agar seorang lansia bisa tidur dengan napas yang lega di sisa usianya. Sedekah yang terkumpul akan dialokasikan untuk perbaikan rumah, penyediaan tabung oksigen dan inhaler, serta kebutuhan sehari-hari pak agus. 

 

Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Abah Agus, Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Program Kolaborasi Yayasan Rumah Bintang Indonesia dan Global Sedekah Movement.

Baca selengkapnya ▾

  • March, 10 2026

    Campaign is published

Dyah2 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 32.353
Orang Baik4 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.306
Hamba Allah20 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 31.301
Orang Baik20 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.015
Orang Baik1 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 26.150

Doa-doa orang baik (1)

Azizah1 hari yang lalu
Semoga bermanfaat
Image
2 Aaminn
+1
Bagikan melalui:
✕ Close