
Setiap pagi, di sebuah rumah kecil yang rapuh dan nyaris roboh, Abah Yaya (68) mulai menjalani perjuangan hariannya. Seorang lansia renta yang masih harus berkeliling menjual batagor milik orang lain demi bisa bertahan hidup bersama anak semata wayangnya, Mang Didin, yang sudah berusia 45 tahun dan mengalami gangguam mental sejak lahir.


Mereka tinggal hanya berdua. Istri Abah Yaya telah meninggal tujuh tahun lalu, meninggalkan Abah dan Mang Didin tanpa siapapun lagi yang bisa mereka andalkan.
Kini, seluruh hidup Mang Didin hanya bertumpu pada sang ayah yang semakin menua dan melemah.
Setiap hari, Mang Didin membantu sebisanya. Dengan kondisi mental yang tidak stabil, ia memulung barang bekas di sekitar kampung.

Namun hasilnya sangat kecil. Rongsokan yang dikumpulkannya bahkan baru bisa ditukar seminggu sekali, karena harganya hanya Rp1.500 per kilogram. Harus banyak dulu baru ada uang yang bisa mereka gunakan.
Sementara itu, penghasilan Abah dari berjualan batagor pun jauh dari cukup. Dalam sehari, kadang hanya membawa pulang Rp25.000 sampai Rp50.000 itu pun kalau dagangannya habis. Pendapatan tersebut sudah dipotong oleh pemilik gerobak dan bahan bakunya. “Asal bisa buat makan aja udah syukur “ kata Abah.


Rumah yang mereka tinggali pun sangat memprihatinkan. Kecil, bocor di sana-sini, dan dipenuhi tumpukan rongsokan Mang Didin yang disimpan di dapur karena tak ada tempat lain. Kondisi itu membuat rumah penuh tikus, kecoa, dan hewan-hewan lainnya, membuat hidup mereka semakin tidak layak.
Di balik senyumnya yang tampak tegar, Abah menyimpan ketakutan yang dalam. “Kalau Abah sudah nggak ada… Didin gimana? Siapa yang ngurus dia?” ucap Abah Yaya.
Terkadang, untuk mengisi perut, mereka hanya mampu makan dengan sambal saja. Tidak ada lauk, tidak ada sayur. Yang penting ada yang bisa dimakan hari itu.
Di usia senjanya, Abah Yaya masih harus memikul beban besar yang tak semua orang sanggup menanggung. Namun demi Mang Didin, ia terus bertahan, melawan rasa lelah, sakit, dan usia yang tak lagi muda.
Sahabat Kebaikan, maukah bersama-sama membantu Abah Yaya dan Mang Didin agar bisa hidup lebih layak? Sedikit bantuan dari kamu sangat berarti untuk kebutuhan makan sehari-hari, perbaikan rumah, hingga kebutuhan Mang Didin yang membutuhkan perhatian khusus. Yuk, ulurkan tangan terbaikmu hari ini sampai mereka tidak lagi berjuang sendirian.
Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Abah Yaya. Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang dan Global Sedekah Movement.