ImageDi Tengah Keterbatasan Fisik, Pak Iik Tak Pernah M...
Image

Di Tengah Keterbatasan Fisik, Pak Iik Tak Pernah Menyerah Demi Masa Depan Anak-anaknya

Rp 0 terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donasi 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Setiap orang tua pasti ingin bekerja keras demi keluarganya.

Tapi bagaimana jika tubuh yang dimiliki tidak lagi mampu diajak berjuang seperti orang lain?

Itulah kenyataan yang harus dijalani Pak Iik setiap hari.Di usia 45 tahun, Pak Iik hidup dengan kondisi kelumpuhan pada salah satu kakinya akibat kerusakan saraf yang dialaminya sejak kecil. Kakinya mengecil, lemas, dan membuat langkahnya selalu pincang. Namun meski harus menahan rasa sakit hampir setiap hari, Pak Iik tetap berusaha mencari nafkah untuk istri dan keempat anaknya.

Kalau bukan saya yang berusaha, anak-anak makan dari mana? itulah yang selalu menjadi semangatnya. 

 

Pak Iik sebenarnya lahir dalam kondisi sehat seperti anak-anak lainnya.Namun ketika duduk di bangku kelas 3 SD, sebuah batako besar jatuh dan menimpa kakinya. Karena takut membuat ayahnya khawatir, Pak Iik kecil memilih diam awalnya memang tidak terasa sakit tapi beberapa hari kemudian, rasa nyeri mulai muncul dan semakin parah sampai akhirnya Pak Iik tidak bisa berjalan sama sekali. Selama dua tahun, ia mengalami kelumpuhan keluarganya berusaha membawa Pak Iik berobat ke rumah sakit berbagai terapi dijalani, mulai dari terapi fisik, obat-obatan hingga terapi listrik pada kakinya.Namun harapan itu tidak pernah benar-benar terwujud kakinya tidak pulih seperti semula.Hingga hari ini, satu kakinya tetap mengalami kelumpuhan dan membuatnya kesulitan beraktivitas. 

Kini kondisi kaki Pak Iik semakin membatasi aktivitasnya ketika terlalu lelah, rasa nyeri datang begitu hebat kakinya terasa berdenyut seperti ditarik dan ditekan dengan kuat. Karena keterbatasan fisik tersebut, Pak Iik tidak bisa bekerja sebagai buruh bangunan atau pekerjaan berat lainnya. Bahkan banyak orang yang enggan mempekerjakannya. Namun Pak Iik tidak menyerah dari warung kecil yang dimilikinya, Pak Iik hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp20.000 per hari. 


Jumlah itu bahkan sering kali hanya cukup untuk uang jajan sekolah anak-anaknya.Sementara dari pekerjaan membungkus basreng, penghasilannya hanya sekitar Rp100.000 hingga Rp120.000 dalam satu minggu.

Padahal Pak Iik harus menghidupi lima anggota keluarga. Pak Iik pernah mengalami masa di mana dirinya dan sang istri tidak makan selama hampir satu minggu. Bukan karena mereka tidak lapar tetapi karena mereka ingin memastikan anak-anak tetap bisa makan.

Sebagai orang tua, Pak Iik memilih menahan lapar daripada melihat anak-anaknya kekurangan. Betapa besar pengorbanan yang dilakukan seorang ayah demi keluarganya. Saat ditanya apa yang paling diharapkannya saat ini, Pak Iik tidak meminta rumah mewah atau kehidupan berkecukupan.Beliau hanya memiliki satu harapan .Memiliki motor roda tiga.

 

Bagi sebagian orang, mungkin itu terlihat sederhana.Namun bagi Pak Iik, kendaraan tersebut bisa menjadi jalan untuk mengubah masa depan keluarganya. Motor roda tiga itu dapat digunakan untuk mengantar anak-anak ke sekolah tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi setiap hari. Selain itu, kendaraan tersebut juga bisa digunakan untuk berdagang keliling, menjangkau lebih banyak pembeli, dan membantu meningkatkan penghasilan keluarga. Harapan yang sederhana, tetapi begitu berarti.Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan Pak Iik. 

 

Dengan memiliki motor roda tiga, Pak Iik dapat mengantar anak-anaknya ke sekolah dan berjualan keliling untuk menambah penghasilan keluarga.Mari bersama ringankan perjuangan Pak Iik. Berapa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi langkah besar untuk membantu beliau membangun kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.

 

Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan Pak Lik. Selain itu akan digunakan untuk penerima manfaat lainnya dalam implementasi program kolaborasi “Satu Langkah, Seribu Mimpi” Yayasan Rumah Bintang dan Asih Bumi Insani.

Baca selengkapnya ▾

  • June, 12 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close